[Pacarpeluk, Kabar NUP] - Selain masalah kesehatan, dampak nyata Pandemi Covid-19
adalah melemahnya perekonomian masyarakat. Daya beli masyarakat lemah, karena
banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawannya.
Selain itu, pendidikan juga menjadi terganggu karena sekolah
dan perkuliahaan tidak bisa dilakukan dalam pertemuan langsung. Pembelajaran
pun dilakukan dalam jaringan yang pasti membutuhkan biaya yang lebih besar
daripada biasanya.
Kondisi ini membuat para kader muda NU Pacarpeluk
yang tergabung dalam Sentra Kewirausahaan Pemuda (SKP) NUPreneur untuk bangkit
membuat terobosan usaha mikro baru yang bisa dilakukan. Budidaya ikan lele
adalah pilihannya. Mereka bisa menjalankan usaha mikro ini tanpa mengganggu
aktivitas kewirausahaan lain yang telah mereka jalankan, yaitu perdagangan
minuman susu segar, sempol dan jasa pangkas rambut.
Melalui budidaya ikan lele ini, para pemuda
Pacarpeluk yang tergabung dalam perkumpulan ini diharapkan akan semakin
produktif, sehingga perputaran ekonomi bisa berjalan dengan dinamis. Hasil
budidaya ini kelak akan dijual secara langsung dalam bentuk ikan segar dan produk
hasil olahan. Dengan demikian produktivitas diharapkan akan semakin meningkat,
karena usaha mikro ini juga akan memunculkan unit usaha baru berikutnya, yakni
perdagangan hasil olahan budidaya ikan lele.
Konsep inilah yang diajukan oleh para kader penggerak SKP NUPreneur kepada Pertamina Foundation untuk mendapatkan dukungan. Ini adalah cara sederhana yang mereka bisa lakukan untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan akibat wabah Corona yang masih melanda. Inilah proyek social nyata pemberdayaan pemuda dalam berwirausaha agar bangkit dari dampak pandemi Covid-19. {abc}
0 Komentar