[Pacarpeluk, Kabar NUP] – Upacara peringatan ke-76
Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia menjadi momentum penegasan
Keluarga Besar NU Pacarpeluk untuk menghadirkan sikap beragama yang ramah dalam
bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (Selasa, 17/8/2021). Untuk kedua
kalinya sejak tahun 2020, akibat pandemi Covid-19, para kader penggerak NU
Pacarpeluk menyelenggarakan Upacara Virtual Bersama Pemerintah Desa Pacarpeluk
di Balai Desa ini.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada 17 Agustus 2021
ini, peserta upacara lebih beragam. Mereka adalah delegasi dari NU, Muslimat
NU, Fatayat NU, GP ANSOR, IPNU, IPPNU, PSNU Pagar Nusa, dan NU Care LAZISNU.
Pihak pemerintah desa terdiri dari Kepala Desa beserta perangkatnya, TP PKK dan
Karang Taruna. Sedangkan keluarga besar LDII Pacarpeluk menjadi peserta
kehormatan.
Upacara ini juga diikuti oleh anak-anak yatim Pacarpeluk
yang sengaja dihadirkan oleh NU Care LAZISNU Desa Pacarpeluk untuk menerima
ungkapan kepedulian di bulan istimewa ini yakni Agustus 2021 yang bersamaan
dengan bulan Muharram 1443 H.
“Sebagaian anak-anak yatim lainnya akan kami undang untuk
menerima ungkapan kepedulian ini pada 10 Muharram 1443 di TPQ Darussalam dusun
Pacar.”, jelas Etty Sumarni, bendahara NU Care LAZISNU Desa Pacarpeluk.
Melalui kanal youtube Sekretariat Presiden peserta
upacara di Balai Desa Pacarpekluk ini mengikuti semua tahapan upacara dari awal
hingga akhir. Meskipun virtual, semua peserta mengikutinya dengan khidmat,
apalagi pengeras suara yang digunakan dalam acara ini sangat mendukung.
“Indonesia Tangguh!”, pekik Nine Adien Maulana saat
mengondisikan peserta setelah mengikuti upacara virtual itu. Dengan kompak
peserta menjawab, “Indonesia Tumbuh!”.
Ketua PRNU Pacarpeluk itu kemudian memandu acara
lanjutan, yakni pembacaan doa, sambutan kepala desa dan pemberian ungkapan
kepedulian kepada anak yatim. Pembacaan doa pertama dipimpin oleh Nur Kholiq
dari unsur NU Pacarpeluk, sedangkan yang kedua dipimpin oleh Robun dari LDII
Pacarpeluk.
Dalam sambutannya, Bambang Suirman mengungkapkan terima
kasihnya kepada Keluarga Besar NU Pacarpeluk yang menginisiasi dan menjadi
motor pelaksanaan upacara virtual ini. "Ini jarang ada di desa lain. Maka
perlu kita lestarikan.", ungkapnya.
Kepala Desa Pacarpeluk ini juga mengabarkan,”Tadi malam
kami bersama para kader Karang Taruna berkeliling desa dengan mewiridkan
shalawat thibbil qulub sebagai ikhtiar batin tolak wabah dan marabahaya di desa
ini.”
Rangkaian acara di balai desa ini diakhiri dengan
pemberian ungkapan kepedulian kepada anak-anak yatim. “Masing-masing anak yatim
mendapatkan amplop berisi uang Rp. 200.000,00”, jelas bendahara NU Care LAZISNU
Desa Pacarpeluk
Di antara anak yatim yang hadir dalam acara itu, Milcha adalah balita cantik yang menyita perhatian dan simpati peserta. Ibunya meninggal dunia ketika masih berusia beberapa minggu. Meskipun ia belum mengerti dengan acara ini, namun ia pun tampak berbinar-binar khas balita yang bergembira. {abc}
0 Komentar