![]() |
| Suasana di sekitar Kedai Susu mBoiss dan NUP Barbershop pada malam hari saat berlangsungnya aktivitas ekonomi, |
[Pacarpeluk, Kabar NUP]
– “Kedai Susu mBois buka?”, tanya saya kepada Ghulam melalui chat WA
Messengger. “Buka pak”, jawabnya
“Oke. Saya pesan empat
cup; dua rasa cokelat dan dua rasa kopi moka. Tolong dikirim ke rumah saya
ya?”, lanjut chat saya. “Ngge pak. Siap!”, balas ketua SKP NUPreneur itu.
Saya kemudian bertanya
lagi. “Apakah NUP Barbershop juga buka?”.
“Buka pak, kami tetap
buka tapi maksimal sampai jam 20.00, karena PPKM Darurat.”, jawabnya.
Pandemi Covid-19 memang
belum usai, namun gerak ekonomi tidak boleh terhenti, karena ini adalah ikhtiar
yang harus dijalani. Seperti itulah yang dilakukan para kader muda NU Pacarpeluk
yang tergabung dalam SKP NUPreneur.
Produktifitas ekonomis
mereka tentu menurun dibandingkan sebelum masa pandemi.Tentunya mereka tidak
mengalaminya sendiri, hampir semua pelaku ekonomi UMKM merasakan dampaknya.
Sebelumnya, para kader
muda NUP membuka usahanya hingga pukul 21.00. Setelah itu mereka masih
ngobrol-ngobrol santai di tempat usaha mereka hingga larut malam. Dengan
diberlakukannya PPKM Darurat mereka pun menutup usahanya itu maksimal pukul
20.00. Setelah itu mereka pun pulang ke kedimaan masing-masing, apalagi kondisi
jalan raya desa menjadi gelap karena dimatikan oleh Satgas desa.
Kedai Susu mBoiss pun harus mengurangi kuota
masak susunya. Hal ini terpaksa
dilakukan karena menyesuaikan batas maksimal jam operasionalnya yang berkurang.
Hal yang sama juga dialami oleh NUP Barbershop; produktivitasnya pun
menurun.
Dengan segala keterbatasan dan penyesuaian,
mereka tetap menjalankan aktivitas ekonomi. Mereka tetap menjemput rezeki,
meskipun pandemi belum usai. Ini adalah ikhtiar yang harus dijalani agar bisa
tetap survive dan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. Semoga mereka
senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin. {abc}

0 Komentar