Majelis Malam 1000+ Bulan

 

Jamaah NUP menghidupkan malam-malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan dengan pembacaan khatmil Quran dan Shalawat Nabi.

[Pacarpeluk, NUP] - Sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan bagi jamaah NU Pacarpeluk adalah hari-hari istimewa. Beragam kearifan lokal mentradisi pada hari-hari itu lebih lebih pada waktu malam.

Jamaah NUP menyebutnya dengan tradisi maleman. Sebagian besar di antara mereka saling berbagi makanan atau weweh. Biasanya mereka yang lebih muda mengantarkan makanan itu kepada saudaranya atau anggota keluarganya yang lebih tua.

Mengantarkan wewehan ini menjadi kesenangan tersendiri bagi anak-anak, karena biasanya mereka anak mendapatkan uang saku dari orang yang diberi wewehan itu. Saya pun juga pernah mengalami masa-masa menyenangkan itu.

Selain ditampilkan dalam wujud weweh, tradisi Maleman juga ditampilkan salam serangkaian ibadah ritual pada malam-malam ganjil. Setelah shalat tarawih, kami menyelenggarakan kegiatan Khatmil Quran yang dirangkai dengan pembacaan Shalawat Nabi dengan iringan ritmis rebana al-Banjari.

Kegiatan maleman itu diselenggarakan di Masjid dan Musholla di tiap dusun segara bergantian. Masjid Baitul Muslimin yang dinaungi oleh Yayasan Bakti Syukur Khodijah mendapat giliran tiap malam 25 Ramadhan. Di Masjid ini acaranya dikemas dengan judul Majelis Malam 1000+ Bulan dan diselenggarakan pada Kamis, 6 Mei 2021.

Para kader Ipnu Ippnu Pacarpeluk dan Pagar Nusa Pacarpeluk yang berasal dari beragam dusun diajak hadir dalam acara ini. Mereka akan mendapat tugas untuk memandu shalawatan. Kehadiran mereka diharapkan bisa menambah semarak acara di Masjid yang menjadi pusat pergerakan NU Pacarpeluk. {abc}

Posting Komentar

0 Komentar