[Pacarpeluk, NUP]
- PSNU Paga Nusa Pacarpeluk makin eksis, baik karena keberadaan kepengurusan
rantingnya, latihan rutinnya maupun keikutsertaanya dalam
ajang kompetisi resmi. Hal ini tidak bisa diabaikan berkat adanya asistensi
dari PSNU Pagar Nusa Tambakrejo dan Gempol Pahit. Selain itu keberadaan pelatih
pencak silat ini juga menjadi faktor utama, karena merekalah yang mendampingi
para santri dalam berlatih secara rutin.
Ada sembilan pelatih yang
secara bergantian dan kadang-kadang bersamaan melatih para santri Pagar Nusa
Pacarpeluk. Lima orang diantaranya adalah asli putra Pacarpeluk, sedangkan
empat lainnya berasal dari luar desa ini. Ada yang berasal dari Mojokrapak. Ada
pula yang berasal dari Tambakrejo. Inilah profil para pelatih
PSNU Pacarpeluk.
1. Amirul
Mirza Ghulam (Kang Ghulam)
Dia adalah ketua PR
PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk yang sekaligus merangkap sebagai
ketua PR IPNU Pacarpeluk masa khidmat 2019-2021. Aktivis Remaja Masjid
Darussalam ini tinggal di dusun Pacar RT. 01 RW. 02 Pacarpeluk.
Kang Ghulam, demikian
panggilan akrabnya, telah berproses di PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk selama tiga
tahun. Dia termasuk pendiri kepengurusan dan penyelenggara latihan rutin PSNU
Pagar Nusa di desa ini.
2. Falen
Herdiansa (Kang Falen)
Kang Falen, demikian panggilannya, adalah sekretaris PR PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk.
Bersama Kang Ghulam, ia menggerakan roda organisasi pencak silat yang menjadi
salah satu badan otonom NU di Pacarpeluk.
Ia adalah kader muda NU yang berasal dari Pacarpeluk. Ia tinggal
di dusun Pacar RT. 01 RW. 01.
Sekarang Kang Falen masih tercatat sebagai murid SMK Dwija Bhakti
2 Jombang. Ia telah
berproses dan mengembangkan diri di PSNU Pagar Nusa
Pacarpeluk selama tiga tahun. Dia juga termasuk pendiri
kepengurusan dan penyelenggara latihan rutin PSNU Pagar Nusa di desa ini.
3. Mohammad
Alfanul Ghufron (Kang Alfan)
Kader muda NU ini
termasuk pelatih yang berasal dari luar desa Pacarpeluk. Kang Alfan, demikian
sapaannya, tinggal di dusun Tambakberas, Tambakrejo, Jombang. Ia masih aktif
sebagai murid di Madrasah Muallimin Atas yang berada dalam lingkungan Pondok
Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Kang Alfan termasuk salah
satu santri Pagar Nusa yang berjasa dalam mendirikan dan mengembangkan pencak
silat ini di Pacarpeluk. Pengalamannya berlatih dan mengembangkan diri melalui
Pagar Nusa lebih senior daripada para pelatih yang asli Pacarpeluk.
Dengan bekal pengalaman
itu, ia pun berlaga dalam kejuaraan pencak silat Pagar Nusa Bahrul Ulum Cup III
se Jawa-Bali pada tahun 2018. Dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh
Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum itu, ia pun meraih juara 2 kategori Seni
Baku.
4. Mohammad
Syifa' Al-Farisy (Kang Syifa')
Kang Syifa’ juga termasuk
termasuk pelatih PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk yang berasal dari luar desa ini. Ia
tinggal di jalan Anggrek No. 33 dusun Ngledok, Mojokrapak, Tembelang, Jombang.
Murid MAN 3 Jombang
(Tambakberas) ini juga termasuk pendiriPSNU Pagar Nusa Pacarpeluk. Meskipun
berasal dari luar desa ini, ia sangat aktif melatih para santri PSNU Pagar Nusa
Pacarpeluk.
Selain aktif sebagai
pesilat Pagar Nusa, Kang Syifa’ juga aktif dalam kegiatan pembacaan shalawat
nabi dengan iringan rebana al-banjary. Dengan modal kemerduan suaranya, ia
sering mendapat bagian sebagai vokalis jam’iyyah shalawat Nabi.
Bermain ganda dengan Kang
Alfan, Kang Syifa’ juga meraih juara 2 kategori Seni Baku dalam kejuaraan
pencak silat Pagar Nusa Bahrul Ulum Cup III se Jawa-Bali pada tahun 2018.
5. Mohammad
Nuril Anwar (Kang Nuril)
Kang Nuril juga termasuk
pelatih yang berasal dari luar Pacarpeluk. Ia tinggal satu dengan dengan Kang
Syifa’, namun beda dusun. Kang Nuril tinggal di dusun Bulak, sedangkan kang
Syifa’ di dusun Ngledok.
Kang Nuril masih tercatat
sebagai salah seorang murid MAN 4 Jombang (Denanyar). Sekitar tiga tahun ia
berproses mengembangkan diri melalui PSNU Pagar Nusa. Ia telah berjasa dalam
pendirian dan pengembangan PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk.
6. Moch.
Firmansyah (Kang Firman)
Kang Firman juga berasal
dari luar desa Pacarpeluk. Pelatih PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk ini berasal dari
dusun Ploso Gerang, Ploso Geneng, Jombang.
Ia masih aktif sebagai
salah seorang murid di MAN 4 Jombang (Denanyar). Sekitar tiga tahun Kang Firman
berlatih dan mengembangkan diri melalui Pagar Nusa. Saat berlaga dalam
kejuaraan Pagar Nusa Kesamben Cup II, ia berhasil meraih juara 3 kategori
tanding.
7. Dwi
Bagus Adi Sutrisno (Kang Bagus)
Kang Bagus adalah salah
satu kader muda NU Pacarpeluk yang berasal dari desa ini. Ia tinggal di dusun
Pacar. Selain aktif sebagai pelatih PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk, Kang Bagus juga
termasuk salah salu kader pengerak IPNU Pacarpeluk.
Saat ini Kang Bagus masih
tercatat sebagai salah satu murid SMK Diponegoro Ploso. Meskipun sibuk dengan
tugas-tugas sekolahnya Kang Bagus tetap menyempatkan melatih para santri Pagar
Nusa Pacarpeluk yang mayoritas masih kategori usia dini.
8. Koko
Bagus Satrio (Kang Koko)
Kang Koko juga asli kader
muda NU Pacarpeluk. Ia tinggal di dusun Pacar. Sekarang ia masih tercatat
sebagai salah seorang murid SMK Diponegero Ploso.
9. Ilham
Zainul Rofif (Kang Ilham)
Kang Ilham adalah juga asli kader muda NU Pacarpeluk. Ia adalah satu-satunya pelatih yang berasal dari dusun Peluk.
Dia tercatat sebagai salah satu santri pondok pesantren Hidayatul
Quran, Sentul. Ia mendapatkan izin dari pengurus pondok pesantren yang diasuh
oleh Kyai Yusuf Hidayat ini untuk mengikuti latihan di Pacarpeluk.
Sebelumnya, ia tercatat sebagai murid SMP Negeri 2 Megaluh.
Setelah lulus dari sekolah ini, kini ia diterima sebagai salah satu murid SMK
Dwija Bhakti 2 Jombang.
Selain sembilan pelatih ini, pada saat-saat tertentu para santri
PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk juga dilatih oleh beberapa pelatih senior putra dan
putri dari PSNU Pagar Nusa Pacarpeluk dan Gempol Pahit. Keberadaan mereka
sangat bermanfaat untuk meluaskan wawasan dan kecakapan dalam pencak silat ini,
sehingga para santri semakin bersemangat mengikuti latihan. {abc}

0 Komentar