[Pacarpeluk, Kabar NUP] - Kader muda
NU Pacarpeluk ini bernama Laila Fitriana. Ayahnya meninggal dunia Ketika ia duduk di
bangku Sekolah Dasar. Meskipun yatim, ia tidak minder, sehingga mampu diamanahi
sebagai ketua PR
IPPNU Pacarpeluk masa khidmat 2019-2021.
Alumnus SMA Negeri Ploso ini kini menjadi mahasiswi baru Universitas Trunojoyo
Bangkalan. Ia memiliki
perhatian dengan kegiatan literasi baik di sekolah maupun di desanya. Ia yang
mengusulkan agar di Pacarpeluk dibuatkan taman baca.
Usulan itu pun disampaikan kepada Nine Adien
Maulana yang selama ini mendampinginya dalm berorganisasi di Pacarpeluk.
Pembina PR IPNU dan IPPNU Pacarpeluk ini sangat mendukung usulannya.
“Jangan menggunakan istilah Taman Baca karena
sudah banyak yang menggunakannya. Kita harus tampil beda!”, saran Nine kepada Lala,
panggilan
alumnus PKPNU angkatan ke-2 di MWCNU Megaluh.
Dari sinilah kemudian muncul istilah Taman
Literasi NUP sebagai ganti nama Taman Baca. Dalam perkembangannya, istilah
Taman Literasi NUP ini kemudian diganti menjadi Kedai Literasi NUP, karena
sejak awal gagasan itu dirancang dengan konsep yang mengintegrasikan tujuan
edukatif dan ekonomi produktif.
Sebagaimana diketahui, tempat akan digunakan
untuk pusat kegiatan literasi ini berada satu lokasi dengan NUP Barbershop yang
lebih dulu didirikan. Dengan demikian dua unit itu dirancang sebagai real
workshop kaum milenial Pacarpeluk yang saling melengkapi.
Bekerjasama dengan Pemerintah Desa
Pacarpeluk, Kedai Literasi NUP bisa disinergikan dengan Perpustakaan Desa yang
selama ini belum terkelola secara maksimal. Maka, jadilah Kedai Literasi NUP
sebagai brand bagi Perpustakaan Desa Pacarpeluk.
Buah kerjasama ini terwujud dalam bentuk
rehab bangunan, rak koleksi bacaan dan ratusan judul buku-buku bacaan dengan
beragam tema. Laila Fitriana pun diamanahi sebagai Manajer Kedai Literasi
NUP. Dengan perlengkapan itu, Lala kini telah bisa mengelola Kedai
Literasi NUP, meskipun belum maksimal, karena belum semua koleksi bacaan datang
dan dipajang di rak yang tersedia.
Untuk meningkatkan kapasitasnya, ia telah diikutkan dalam diklat kepustakaan. Ini adalah hasil kerjasama
PRNU Pacarpeluk dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang.
Dengan bekal kecakapan kepustakaan itu Lala ditantang mampu mengelola Kedai
Literai NUP ini secara kreatif dan inovatif serta produktif.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pergerakannya
dalam khidmat kemaslahatan di Desa Sejahtera Astra (DSA) Pacarpeluk, ia pun
diberi paket NURANI ASTRA. Ia pun membuat video unboxing paket tersebut sebagai
ungkapan terima kasih kepada PT Astra Internasional yang telah memberinya
perhatian. {abc}
0 Komentar