[Pacarpeluk, NUP] - Karena NU
CARE-LAZISNU Jombang memiliki branding Gerakan Jombang
Bersedekah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pacarpeluk awalnya akan
mengajukan branding Gerakan Jombang Bersedekah di Pacarpeluk.
Tujuannya adalah agar branding itu benar-benar membumi di
segala penjuru pelosok Jombang. Setelah merenung dan menghitung-hitung antara
peluang dan tantangannya di tingkat lokal, akhirnya PRNU Pacarpeluk
merekonstruksi branding tersebut, sehingga menjadi Gerakan Pacarpeluk
Bersedekah.
Branding Gerakan Pacarpeluk Bersedekah benar-benar menjadi perekat kemajemukan
di Pacarpeluk. Dengan branding ini, Pemerintah desa merasa
diuntungkan, sehingga kepala desa dengan semangat mengampanyekannya dalam
berbagai kesempatan. Warga desa yang beragam juga bisa mendukung tanpa
canggung, meskipun penggeraknya adalah NU. Jamaah Shidiqiyyah ikut mendukung
menjadi donator. Simpatisan Muhammadiyah juga mendukung. Warga Lembaga Dakwah
Islam Indonesia (LDII) akhirnya pun juga berpartisipasi menjadi donator kaleng
sedekah. Warga nasionalis, umum dan abangan pun juga mendukung.
Dengan
limpahan dukungan ini, akhirnya PRNU Pacarpeluk juga diuntungkan. Dalam kurun
waktu tidak sampai tiga minggu, telah terkumpul hampir 400 donatur kaleng
sedekah. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah, setelah bukaan pertama
hasil kaleng sedekah dan pentasharufan nyata kepada warga desa.
Ini
merupakan fenomena yang menarik. Dengan mencari titik persamaan (kalimatun
sawa’) di tengah-tengah keragaman masyarakat benar-benar bisa menjadi
kekuatan bersama. Sejak lama PRNU Pacarpeluk tidak suka pendekatan dakwah Islam
dengan model pembedaan masyarakat menjadi dua kutub ekstrem, minna (golongan
kami) dan minhum (golongan mereka) di tengah-tengah umat Islam
yang beragam pilihan fiqihnya. Pembedaan semacam itu dinilai kontraproduktif.
Semangat dan aksi fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam
kebaikan) tidak terjadi. Sebaliknya, semangat perlawanan dan permusuhanlah yang
membahana. Ukhuwah islamiyah hanya menjadi retorika, sedangkan
praktiknya adalah pengotak-kotakkan dalam kubu siapa kawan dan siapa lawan.
Dalam
beberapa kegiatan besar PRNU Pacarpeluk mengajak warga non-Nahdliyin untuk
melakukannya bersama-sama. Kami saling mengundang dalam banyak kegiatan. PRNU
Pacarpeluk menjelaskan kepada jamaah dimana saja perbedaan antara Nahdliyin
dengan non-Nahdliyin yang ada di Pacarpeluk. PRNU Pacarpeluk juga menjelaskan
persamaan-persamaannya. Tidak hanya itu, ketua tanfidziyah PRNU Pacarpeluk
memiliki pembantu rumah tangga bukan jamaah Nahdliyin yang momong ketiga
anak-anaknya.
Alhamdulillah semuanya baik-baik saja. Mereka tetap menjadi kader NU. Warga yang
memang sejak awal berkultur NU tetap istiqamah dalam jamaah dan ja’iyyah NU.
Semuanya rukun dalam pilihan organisasi dan fiqih masing-masing tanpa saling
mengolok dan memusuhi.
Dengan
pola pendekatan seperti itu, maka ketika PRNU Pacarpeluk mengaktifkan UPZIS NU Care-LAZISNU dan mendeklarasikan dan menjalankan Gerakan Pacarpeluk Bersedekah, hampir semua
warga Pacarpeluk yang majemuk itu mendukung tanpa canggung. Warga desa tidak
mempermasalahkan penggeraknya adalah NU, karena kemaslahatannya akan kembali
kepada warga dan bisa dirasakan bersama. Inilah indahnya ukhuwah
islamiyah dengan dasar mendahulukan akhlak diatas fiqih dan ilmu
kecerdasan.
Cikal
Bakal UPZISNU Pacarpeluk
Sebenarnya UPZIS NU Care-LAZISNU Pacarpeluk telah memiliki embrionya, yaitu pengelolaan zakat, infaq
shadaqah di dusun Peluk yang telah berjalan sejak tahun 2006 yang dikelola oleh
ketua PRNU Pacarpeluk dalam lingkup terbatas. Keluarga terdekatnya
dan masyarakat dihimbau menyalurkan zakat maalnya melalui embrio lembaga amil
ini. Khutbah Jumat dan Idul Fitri menjadi sarana mengampanyekan himbauan ini.
Beberapa
warga pun akhirnya secara rutin menyalurkan zakat maal mereka di embrio lembaga
amil ini. Dana zakat maal itu pun terkumpul. Abacaraka menyalurkannya dalam
beberapa bentuk: 1. Santunan kepada fakir miskin dusun Peluk dalam bentuk paket
sembako yang diberikan bersamaan dengan penyaluran zakat fitri, 2. Santunan
untuk keluarga miskin yang ditinggal mati anggota keluarganya, 3. Santunan
untuk guru ngaji di masjid, 4. Santunan untuk fakir miskin marbot masjid, dan
5. Bantuan untuk masjid dan mushalla.
Ketika UPZIS NU Care-LAZISNU Pacarpeluk didirikan maka apa yang telah dilakukan itu kemudian
digabungkan dengannya. Lembaga ini pun langsung bisa berkiprah menarik
simpati warga karena langsung mendapat dukungan pembiayaan dari embrio lembaga
amil ini. Aksi simpatik yang pertama kali dilakukan adalah pemberian 4-5 kardus
air minum produk NU (AQNU) untuk diberikan sebagai bantuan pengajian 7 hari
kematian warga.
Dukungan
Pemerintah Desa Pacarpeluk menjadi kekuatan tersendiri bagi Pengurus Ranting NU
untuk menguatkan lembaga ini. Deklarasi Gerakan Pacarpeluk Bersedekah di balai
Desa Pacarpeluk menjadi momentum awal kebangkitan PZIS NU Care-LAZISNU Pacarpeluk pada Ahad,
21 Mei 2017. Syiar kegiatan ini semakin menarik simpati banyak pihak, karena
dihadiri oleh Camat Megaluh, Pengurus MWCNU Megaluh dan seluruh perwakilan NU
sekecamatan Megaluh dan warga Pacarpeluk yang beragam, ada NU, Shidiqiyyah, dan
LDII serta kelompok umum.
Pasca
deklarasi itu, gaung UPZIS NU Care-LAZISNU Pacarpeluk dengan branding Gerakan
Pacarpeluk Bersedekah semakin menyebar ke mana-mana, karena dikampenyekan
melalui media virtual. Melalui blog www.abacaraka.id, Facebook dan Instagram
yang ditautkan dengan group-group Whatsapp, upaya menyebarluaskan setiap
kegiatan UPZISNU Pacarpeluk dan Pemerintah Desa terus dilakukan. Gerakan inipun
menjadi buah bibir mulia masyarakat luas, khususnya kalangan Nahdliyin. Mereka
penasaran dan pasti ingin mengetahui lebih detil secara langsung gerakan ini.
Menginspirasi
yang Lain
Meskipun
secara kuantitatif belum diketahui berapa banyak dana yang telah diperoleh,
namun Gerakan Pacarpeluk Bersedekah yang dimotori oleh PRNU Pacarpeluk melalui PZIS NU Care-LAZISNU Pacarpeluk telah direspon positif oleh masyarakat luas. PRNU di desa-desa lain
tergerak untuk mengikutinya. Masyarakat di luar Pacarpeluk, khususnya di
wilayah MWC NU Megaluh juga telah termotivasi untuk melakukan hal yang
sama.
Dengan
difasilitasi oleh Pengurus MWC NU, ranting-ranting NU se-Kecamatan Megaluh
mendapat jatah 50 kaleng sedekah sebagai rangsangan awal pendirian UPZISNU dan
Gerakan Sedekah di ranting itu. MWC NU Megaluh telah memesan 600 kaleng kepada
NU CARE-LAZISNU Jombang yang distribusikan kepada seluruh ranting di kecamatan
Megaluh.
Karena
Ranting Pacarpeluk lebih dulu melangkah dan menginspirasi yang ranting yang
lain, maka Ranting Pacarpeluk mendapat keistimewaan untuk diminta berbagi
pengalaman di beberapa forum. Tujuannya adalah menggerakan NU melalui UPZISNU
dalam pengelolaan zakat, infaq dan shadaqah umat Islam, khususnya kaum
Nahdliyin secara kreatif, profesional, dan amanah. Jika hal ini bisa digerakkan
secara serentak dan massif maka Gerakan Jombang Bersedekah yang dicanangkan
oleh NU CARE-LAZISNU Jombang benar-benar akan terwujud nyata. Dengan itu,
kemandirian Nahdliyin dan kesejahteraan masyarakat Jombang secara bertahap bisa
segera direalisasikan.
Oleh:
Nine
Adien Maulana [Ketua PRNU Pacarpeluk]

0 Komentar