![]() |
| Sampul depan Asy-Syaamil Fii Balaaghatil Quran jilid ketiga. |
[Pacarpeluk,
Kabar NUP] - Ketika Al-Qur’an telah tertulis dan
terbukukan, maka kajian linguistik terhadap kitab ini menjadi keniscayaan bagi
siapa saja yang ingin membuktikan keistimewaan Al-Quran dibandingkan dengan
kitab-kitab yang lain. Ayat-ayat al-Quran menjadi obyek kajian, sehingga
obyektifitasnya menjadi lebih terukur. Melalui kajian ini, klaim kemukjizatan
Al-Qur’an tidak semata-mata berbasis pada dogma tapi nyata impiris.
Para
pengkaji Al-Qur’an dengan pendekatan linguistik semacam itu tidak harus
beragama Islam. Mereka yang non-Muslim bisa saja melakukan pengkajian untuk
membuktikan keistimewaan kitab ini. Jika akhirnya mereka kemudian masuk Islam
setelah melakukan kajian obyek tersebut, maka hal itu semata-mata tuntutan
tanggung jawab intelektual mereka dan karena hidayah Allah SWT.
Tidak
berlebihan jika akhirnya para pengkaji itu kemudian menyebut Al-Qur’an sebagai
kitab sastra agung yang ada di dunia ini. Hal ini semata-mata berangkat dari
pengakuan bahwa kitab ini mengandung kata-kata yang sangat indah dan
kalam-kalam sastranya tidak dapat ditandingi oleh apapun dan siapapaun.
Setiap
kata, frasa, klausa dan kalimatnya tersusun dengan indah, bahkan selalu
mengandung makna yang mendedahkan dan menciptakan rasa. Semakin digali, ia
semakin mendalam kandungannya. Semakin diarungi ia semakin tak bertepi. Semakin
ditelusuri ia semakin banyak melahirkan misteri. Tak heran bila tafsir tak
berhenti hingga saat ini.
Salah satu
aspek kajian linguistik Al-Qur’an adalah Balaghah. Secara etimologi ia berarti
sampai ke puncak, sedangkan secara terminologi Balaghah adalah menyampaikan
suatu gagasan melalui ungkapan yang benar, fasih, dan menyentuh jiwa serta
sesuai dengan tuntutan keadaan (kontekstual). Ia menjadi salah aspek pembukti
keagungan sastra yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur’an. Inilah yang
dibuktikan oleh Dr KH M. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA dalam karya tulisnya yang
berjudul Asy-Syaamil fii Balaaghoti Al-Qur'an.
Penulis
produktif buku-buku berbahasa Arab ini dengan telaten menghimpun ayat-ayat
al-Quran yang mengandung aspek Balaghah yang meliputi tiga pembahasan yaitu
Bayan, Ma'ani, dan Badi'. Melalui tiga pembahasan ini, penulis yang merupakan
pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang membantu pembaca
bisa memperoleh pemahaman kesusastraan Al-Qur'an dengan cara lebih mudah dan
simpel. Meskipun demikian, bukan berarti kitab ini singkat dalam pembahasannya
dan singkat jumlah halamannya.
Kitab ini
berisi lebih dari 1500 halaman yang dikemas dalam 3 jilid kitab. Jilid pertama
berisi 523 halaman. Jilid kedua berisi 525 halaman. Jilid ketiga berisi 587
halaman.
Tidak
berlebihan pula jika kita ini disebut sebagai kitab terlengkap yang membahasa
kajian Balaghah Al-Qur’an. Secara garis besar penulisan pembahasan kitab ini
menggunakan dua pola; pertama, mencantumkan sekolompok ayat Al-Qur’an dan
kedua, menampilkan penggalan kalimat dalam ayat yang mengandung aspek balaghah
tertentu lalu menganalisisnya dengan analisis dalam kitab klasik. Bisa jadi
satu ayat mengadung belasan balaghoh. Ada juga yang hanya mengandung satu
balaghoh saja.
Penulis
kitab ini memaparkan semua aspek balaghah yang terkandung dalam dalam satu ayat
saja. Inilah yang menyebabkan jumlah halaman kitab ini menjadi sangat banyak.
Jika kajian balaghoh dalam ayat tersebut telah diungkapkan oleh para ulama'
terdahulu, maka penulis kitab ini akan merujuk kepada pendapat ulama'
tersebut dan menampilkannya.
Kitab ini
juga dilengkapi dengan catatan kaki yang menjelaskan istilah-istilah teknis
balaghah. Jika ada perbedaan aspek balaghoh penulis mencantumkannya dalam
catatan kaki. Pada bagian akhir jilid 3, Gus Awis demikian panggilan akrab
pengasuh PPDU Peterongan Jombang ini, menambahkan daftar istilah balaghoh yang
ada dalam kitab ini dan definisinya masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk
lebih memudahkan pembaca untuk memahami istilah-istilah teknis dalam kitab ini.
Keistimewaan
lain dari kitab ini adalah kata pengantarnya. Meskipun kitab ini ditulis oleh
warga Negara Indonesia, namun dua Profesor Linguistik Timur Tengah berkenan
memberikan sambutan kata pengantar. Prof Dr Ahmad Darwish Ibrahim Muhammad,
guru besar balaghoh dan kritik sastra di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir
sangat mengapresiasi kitab ini dan mengatakan bahwa kitab ini sangat membantu
para pelajar dalam mengenal keindahan balaghoh Al-Qur'an. Demikian pula Prof Dr
Abdurrohim Muhammad Al-Kurdi, guru besar kritik sastra modern di Universitas
Kanal Suez. Kedua pakar linguistik inilah yang secara khusus memberi pengantar
kitab ini.
"Penulis
kitab ini telah mengerahkan upaya yang sangat besar dan teliti dalam
menampilkan wajah-wajah balaghoh Al-Qur'an.Hal ini merupakan usaha yang baik
dan harus diapresiasi apalagi penulisnya bukan orang Arab.", tulis
Abdurrohim dalam sambutan kata pengantarnya.
Apa yang
telah dilakukan oleh penulis buku spesialis berbahasa Arab ini memang sangat
patut diapresiasi. Ia telah membangkitkan kembali tradisi literasi pesantren
berbahasa Arab yang telah dilakukan para kiai-kiai besar terdahulu. Merekalah
yang memasyarakatkan literasi Arab melalui penggunaan tulisan pegon dalam
penulisan kitab-kitab yang dipelajari di Pesantren, bahkan tidak sedikit pula
yang menyusun kitab berbahasa Arab sebagaimana yang dilakukan Gus Awis ini.
Kitab ini
sangat layak untuk dibaca oleh para santri, ulama', masyarakat luas dan khususnya
para pengkaji balaghoh Al-Qur'an baik dari Perguruan Tinggi maupun di luar
Perguruan Tinggi. Penulis kitab ini bermaksud menuntun para pencari ilmu dalam
mempelajari kesastraan Al-Qur'an dan sistematika kalam ayat-ayat Al-Qur'an dari
surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas. Inilah referensi utama bagi siapa saja
yang ingin menggali analisis kajian Balaghah dalam kitab suci al-Quran. Tidak
berlebihan jika kitab ini disebut sebagai Ensiklopedia Khazanah Sastra
Al-Qur’an. {abc}
Peresensi
adalah Nine Adien Maulana, Ketua Pengurus Ranting NU
Pacarpeluk, Megaluh, Jombang, Jawa Timur
Judul: Asy-Syāmil fī Balāgah al-Qur'ān
Penulis: Dr M. Afifuddin Dimyathi, Lc, MA
Diterbitkan: Lisan Arabi
Ukuran: 17 x 24 cm
Kertas: HVS/Hard Cover
Halaman:
Jilid I: 523 hlm
Jilid II: 525 hlm
Jilid III: 587 hlm

0 Komentar