![]() |
| SKP NUPreneur wadah kader muda NUP dalam berwirausaha. |
[Jombang,
NUP] - Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bahwa kami akan
mendirikan dan memiliki sebuah yayasan. Konsentrasi saya hanya ingin bergerak
dan menggerakkan jamaah NU
Pacarpeluk secara kreatif dan produktif melalui jam'iyah itu. Namun,
ketika kami semakin kencang bergerak dan menggerakkan ternyata saya baru sadar
jika keberadaan yayasan menjadi sangat dibutuhkan dan melengkapi.
Akhirnya, saya pun mengajak anggota keluarga inti untuk
bermusyawarah dan akhirnya menyepakati untuk mendirikan yayasan. Bakti Syukur
Khodijah dipilih sebagai namanya, sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada
Mbah Syukur dan Mbah Ponijah (Khodijah). Meskipun kedua tidak memiliki
keturunan, namun kami ingin apa yang kami lakukan melalui yayasan ini juga bisa
menjadi amal jariyah bagi keduanya.
Kini
secara resmi, Yayasan Bakti Syukur Khodijah telah berdiri. Akta pendirian dari
notaris, surat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan bukti
pencatatannya dalam Berita Negara sudah tersedia lengkap.
Setelah
badan hukum itu siap beroperasi, kini kami perlahan-lahan menyiapkan skoci
turunannya yang akan melakukan aksi kemaslahatan sesuai dengan kewenangan
yayasan ini. Aksi perdana yang sedang digarap oleh Yayasan Bakti
Syukur Khodijah dalam pembinaan anak-anak muda NU Pacarpeluk adalah membentuk Sentra Kewirausahaan Pemuda
(SKP) yang diberi nama NUPreneur.
Ini adalah perkumpulan para kader wirausawan muda yang
telah merintis usaha untuk kemandirian mereka sebagai bekal menggerakkan
jam’iyyah mereka. Saya
memiliki tanggung jawab untuk ngopeni mereka, karena saya
didaulat menjadi pembina jam'iyyah mereka. Selain itu, saya juga punya
kepentingan melakukan kaderisasi NU Pacarpeluk kepada para pemuda tersebut.
SKP NUPreneur kini telah resmi berdiri. Logonya pun juga
telah dibuat (Lihat gambar di atas!).
Sementara ini, ada 5 pemuda yang telah bergabung dalam lembaga ini. Mereka
telah menjalankan kewirausaan jasa pangkas rambut, pertanian semangka,
perdagangan busana, persewaan scaffolding dan mini sound system dan penggemukan
domba.
Namanya juga masih pemula, maka pembaca jangan tanya dulu
berapa besar omset, aset dan labanya. Sebagai pemain pemula dalam kewirausahaan,
kami menyadari bahwa keajegan dalam perputaran usaha dan modal menjadi
prioritas utama di masa-masa awal. Di sinilah kami terus berjalan dan terus
belajar. Trial and error serta terus memotivasi semangat berwirausaha adalah
dinamika yang kami alami setiap saat.
Sebagai pembina, saya memotivasi mereka, "Nak,
saya berdoa. Semoga Allah menakdirkan rezeki kalian tidak jauh-jauh dari
Pacarpeluk. Dengan itu, kita bisa terus bergerak dan mengggerakkan jamaah dan
jam'iyyah secara kreatif dan produktif di desa ini. Saya menyadari bahwa
dinamika Nahdliyyah yang terjadi di desa kita tidak bisa dilepaskan dari
eksistensi dan kreasi kalian."
Saya juga sampaikan kepada mereka bahwa kita harus terus
berusaha menjadi Nahdliyyin yang kaya secara ekonomi dan suka berderma. Dengan
itu, segala upaya untuk saling menghidupi jamaah dan jam'iyyah bisa dilakukan
dengan muda dan tidak sekadar retorika.
"Jika kita terlatih berwirausaha dan berderma, maka
kita akan lebih suka dan mudah memberi daripada terus menerus menerima dalam
menggerakkan jamaah dan jam'iyyah", tegas saya.
Atas dasar niat mulia itulah, SKP NUPreneur menjadi
sangat penting dalam pembinaan dan pemberdayaan anak-anak muda Pacarpeluk,
khususnya mereka yang telah menjadi kader penggerak jam'iyyah yang didirikan
oleh para kyai ini.
Semoga Allah SWT memudahkan langkah kami dalam menebar
kemaslahatan bagi masyarakat. Aamiin.
Jombang,
24 Agustus 2020
Ditulis
oleh:
Nine Adien Maulana (Ketua PRNU Pacarpeluk)

0 Komentar